Read Surah Ra'd Ayat 31 (13:31) with translation. Included verse by verse commentary with tafsir for those looking to learn about this ayah in detail.
Latindan Terjemahan Surat Ar Ra'd Ayat 28 ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ Allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Surat ini dinamakan Ar Ra'd yang berarti guruh karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, Al-Qur'an Surat Ar-Ra'd - Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Kandungan Menarik Berkaitan Surat Ar-Ra'd Ayat 21. Paragraf di atas merupakan Surat Ar-Ra'd Ayat 21 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam kandungan menarik dari ayat ini. Didapati aneka ragam penjabaran dari berbagai pakar tafsir terhadap isi surat Ar-Ra'd ayat 21, antara lain sebagaimana tertera:
وَلَوْ اَنَّ قُرْاٰنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ اَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْاَرْضُ اَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتٰىۗ بَلْ لِّلّٰهِ الْاَمْرُ جَمِيْعًاۗ اَفَلَمْ يَا۟يْـَٔسِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَا يَزَالُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا تُصِيْبُهُمْ بِمَا صَنَعُوْا قَارِعَةٌ اَوْ تَحُلُّ قَرِيْبًا مِّنْ د
QS Ar-Rum Ayat 31 ۞ مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ 31. dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, Share Copy Ayat 30 QS. Ar-Rum Ayat 32
. لَهُۥ دَعْوَةُ ٱلْحَقِّ ۖ وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُم بِشَىْءٍ إِلَّا كَبَٰسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَٰلِغِهِۦ ۚ وَمَا دُعَآءُ ٱلْكَٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ Arab-Latin Lahụ da'watul-ḥaqq, wallażīna yad'ụna min dụnihī lā yastajībụna lahum bisyai`in illā kabāsiṭi kaffaihi ilal-mā`i liyabluga fāhu wa mā huwa bibāligih, wa mā du'ā`ul-kāfirīna illā fī ḍalālArtinya Hanya bagi Allah-lah hak mengabulkan doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa ibadat orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka. Ar-Ra'd 13 ✵ Ar-Ra'd 15 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangKandungan Penting Berkaitan Surat Ar-Ra’d Ayat 14 Paragraf di atas merupakan Surat Ar-Ra’d Ayat 14 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam kandungan penting dari ayat ini. Didapatkan beragam penafsiran dari para mufassir mengenai makna surat Ar-Ra’d ayat 14, sebagiannya sebagaimana berikut📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaHanya milik Allah semata seruan kepada tauhid “lailahaillalah”, sehingga tidak disembah dan tidak di seru kecuali Dia, sedang tuhan-tuhan sesembahan yang mereka sembah selain Allah, tidak dapat mengabulkan doa orang yang meminta kepadanya. Dan keadaan mereka itu bersama tuhan-tuhan sesembahan mereka adalah seperti keadaan orang yang dahaga yang membentangkan tangannya dari kejauhan untuk meraih air supaya sampai kemulutnya dan tidak sampai kepadanya. Dan tidaklah permintaan orang-orang kafir terhadap tuhan-tuhan sesembahan itu kecuali merupakan bentuk teramat jauhnya mereka dari kebenaran, lantaran mereka mempersekutukan sesuatu dengan Allah.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram14. Hanya Allah semata pemilik hak untuk di esakan, tidak seorang pun berserikat dengan Allah di dalamnya. Berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang musyrikin selain Allah tidak dapat mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepadanya dalam masalah apa pun. Doa mereka kepada berhala hanya seperti orang haus yang mengulurkan tangannya ke air lalu mengangkatnya ke mulutnya untuk dia minum dan air itu tidak pernah sampai ke mulutnya. Doa orang-orang kafir kepada berhala-berhala mereka hanya sia-sia dan jauh dari kebenaran, karena berhala-berhala itu tidak kuasa mendatangkan manfaat atau menolak mudarat.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah14. Bagi Allah dakwah kepada ketauhidan, sehingga tidak ada yang disembah selain Dia. Dan orang-orang yang menyembah dan berdoa kepada berhala-berhala dan patung-patung yang tidak dapat mengabulkan doa, seperti orang kehausan yang menjulurkan tangannya ke dalam air agar dia dapat memasukkan air ke dalam mulutnya namun dia tidak bisa, karena telapak tangan yang terbuka tidak dapat digunakan untuk mengambil air sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang yang mendustakan Allah itu hanya sia-sia dan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah14. لَهُۥ دَعْوَةُ الْحَقِّ ۖ Hanya bagi Allah-lah hak mengabulkan doa yang benar Doa yang dipanjatkan kepada-Nya ketika dalam keadaan takut adalah doa yang tulus dan benar, dan Allah Maha Kuasa untuk mengabulkannya. وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُم بِشَىْءٍDan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka Adapun doa yang dipanjatkan orang-orang kafir kepada tuhan-tuhan selain Allah adalah doa yang mungkar yang tidak akan bermanfaat bagi mereka, sebab tuhan-tuhan tersebut tidak akan mampu mengabulkannya, seperti orang yang hendak mengambil air dengan kedua telapak tangan yang terbuka sehingga air itu tidak akan dapat mereka ambil, sebab air itu hanyalah benda mati yang tidak mengerti kebutuhan orang itu terhadapnya dan tidak memahami bahwa ia diminta agar sampai ke mulut orang tersebut. وَمَا هُوَ padahal itu tidak dapat Yakni air itu. بِبٰلِغِهِۦ ۚ sampai ke mulutnya Sampai ke dalam mulut orang yang menciduknya. وَمَا دُعَآءُ الْكٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلٰلٍ Dan doa ibadat orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka Yakni doa itu hanya akan pergi sia-sia, dan tidak akan memberi manfaat kepada mereka sedikitpun.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah14. Hanya milik Allah hak pengabulan doa, karena hanya Dia yang Maha kuasa atas pengabulan doa. Dan orang-orang yang menyembah dan berdoa kepada berhala, bukan kepada Allah, maka berhala-berhala itu tidak akan mengabulkan sedikitpun yang mereka minta, kecuali seperti pengabulan air bagi orang yang menegadahkan telapak tangannya dari kejauhan, dia meminta air itu mendatanginya supaya bisa sampai pada mulutnya, namun air itu tidak akan sampai pada mulut orang yang berdoa selama-lamanya. Dan doa orang-orang kafir dan peribadatan mereka kepada tuhan-tuhan mereka itu tidak lain kecuali hanya berada dalam kesia-siaan dan kerugian.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Bagi Allahlah seruan yang benar} Bagi Allah seruan untuk bertauhid {dan yang mereka seru selain Dia} selain Dia {tidak dapat mengabulkan apa pun bagi mereka, kecuali seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air} seperti memberi air kepada orang yang membuka kedua telapak tangannya dari kejauhan {agar sampai ke mulutnya, dan air itu tidak akan sampai ke mulutnya} dan air itu tidak sampai pada mulutnya {Tidaklah seruan orang-orang kafir itu kecuali dalam kesia-siaan} sia-sia dan merugiMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H14. Maksudnya, hanya bagi Allah semata hak mengabulkan “doa yang benar,” yaitu beribadah kepadaNya saja, tidak ada sekutu bagiNya serta mengikhlaskan doa ibadah dan doa permintaan epadaNya. Maksudnya, sepatutnya seluruh ibadah doa, khauf rasa takut, raja’ rasa berharap, kecintaan, keinginan dan kekhawatiran serta taubah diarahkan hanya kepadaNya. Sebab aspek ketuhananNya adalah benar. Sementara sisi ketuhanan selainNya adalah batil. Maka, “berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah,” yang berupa patung-patung dan tandingan-tandingan yang mereka jadikan sebagai sekutu bagi Allah, “tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka,” yaitu bagi orang yang menyeru dan menyembahnya, dengan memberikan jawaban yang sedikit atau banyak, baik berkaitan dengan urusan duniawi maupun urusan ukhrawi, “melainkan seperti oraang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air,” yang tidak bisa dijangkau oleh dua telapak tangannya karena letaknya yang jauh. “Supaya ampai,” dengan membentangkan tangannya ke air “ke mulutnya,” karena dia sedang kehausan. Saking hausnya, dia menyodorkan telapak tangan dan membukanya ke arah air yang mustahil sampai kepadanya. Maka air itu pun tidak bisa sampai kepadanya. Demikian juga, orang-orang kafir yang menyembah sesembahan lain bersama Allah, mereka sesembahan-sesembahan itu tidak bisa merealisasikan apapun bagi mereka, tidak bermanfaat bagi mereka pada kondisi-kondisi yang mana merekka benar-benar membutuhkannya. Sebab mereka makhluk-makhluk yang tidak memiliki apa pun, begitu pula orang-orang yang menyeru mereka dalam keadaan kekurangan. "mereka tidak memiliki kekuasaan seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam penciptaan langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya."Saba22 “Dan doa ibadah orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka,” karena kebatilan sesuatu yang mereka seru, selain Allah. Maka, ibadah dan doa mereka pun batil sia-sia. Sebab, perantaranya pun wasilah batil disebabkan kebatilan tujuannya. Karena Allah adalah Raja, Pemilik kebenaran yang nyata, maka beribadah kepadaNya merupakan perkara yang benar, manfaatnya benar-benar mengalir kepada pelakunya di dunia dan akhirat. Permisalan doa orang-orang kafir kepada selain Allah dengan permisalan orang yang membentangkan dua telapak tangannya kea rah air agar supaya mencapai mulutnya adalah termasuk analogi yang terbaik. Itu merupakan permisalan dengan perkara yang muhal terjadi. Sebagaimana hal itu mustahil terjadi, maka perkara yang dianalogikan dengannya pun tidak mungkin terwujud. Pengaitan kepada perkara yang mustahil terjadi adalah termasuk cara penafian masalah yang paling mengena. Seperti yang diungkapkan Allah, "Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan."Al-A’raf40.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata لَهُۥ دَعۡوَةُ ٱلۡحَقِّۚ lahuu da’watul haqq milik Allah lah seruan yang nyata, yaitu bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. لِيَبۡلُغَ فَاهُ liyablugha faah agar mulutnya mencapai air minum إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ illaa fii dhalaal tidak berguna, tidak mencapai apa yang diharapkan selamanya. Makna ayat Masih menjelaskan akidah tauhid dengan dalil dan bukti, Allah berfirman لَهُۥ دَعۡوَةُ ٱلۡحَقِّۚ Milik Allah lah subhanahu wa ta’ala seruan yang benar, yaitu; bahwa Dia adalah sesembahan Yang Benar yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Adapun sesembahan selain-Nya, maka penggunaan kata ilaah tuhan adalah untuk menafikan menghapus, sehingga patung-patung dan berhala serta segala sesuatu yang disembah selain Allah maka penggunaan kata ilaah untuk mereka adalah hal yang batil, maka menyeru kepada peribadatannya adalah batil, adapun seruan yang benar adalah hanya milik Allah semata. Firman-Nya وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ Orang-orang yang menyeru selain dari Allah, berupa sesembahan-sesembahan لَا يَسۡتَجِيبُونَ لَهُم بِشَيۡءٍ mereka tidak akan memberikan apapun dari yang mereka minta إِلَّا كَبَٰسِطِ كَفَّيۡهِ إِلَى ٱلۡمَآءِ kecuali seperti orang yang menjulurkan tangannya ke air, dan air itu ada di dasar sumur, tangannya tidak sampai kepada air, tidak pula air itu sampai ketangannya sedangkan ia dalam keadaan haus, ia terus seperti itu hingga akhirnya ia binasa karena kehausan. Inilah perumpamaan orang yang beribadah kepada selain Allah ta’ala dengan berdoa kepadanya, menyembelih, nadzar, takut, atau berharap, maka ia tidak akan mendapatkan jawaban, sia-sia usahanya, dan tidak akan mendapatkan apapun kecuali neraka dan kerugian, itulah makna dari firman-Nya ta’ala وَمَا دُعَآءُ ٱلۡكَٰفِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ kebatilan dan sia-sia. Pelajaran dari ayat • Seruan yang benar hanya milik Allah, Dialah sesembahan yang benar tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, tidak ada rabb selain-Nya. • Terhalangnya orang-orang musyrik dari hasil do’a dan ibadah mereka.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Ar-Ra’d ayat 14 Yakni Dialah Allah Tuhan yang segala ibadah sepatutnya hanya ditujukan kepada-Nya, seperti doa, takut dan cemas, cinta dan harap, tawakkal, menyembelih, ruku’ dan sujud, dsb. karena ketuhanan-Nya adalah benar, sedangkan ketuhanan selain-Nya adalah batil. Sedikit maupun banyak, terkait dengan urusan dunia maupun akhirat. Orang-orang yang berdoa kepada berhala dimisalkan seperti orang yang mengulurkan telapak tangannya yang terbuka ke air agar air sampai ke mulutnya. Hal ini tidak mungkin terjadi karena telapak tangan yang terbuka tidak dapat menampung air. Ada pula yang menafsirkan, bahwa orang yang berdoa kepada berhala seperti orang yang kehausan mengulurkan tangannya ke bawah sumur sedangkan airnya berada jauh darinya, dan sudah pasti air itu tidak akan sampai ke mulutnya. Demikianlah keadaan orang-orang kafir, di saat mereka membutuhkan bantuan, berhala-berhala yang mereka sembah tidak dapat mengabulkan permintaan mereka, karena berhala itu sendiri fakir, tidak memiliki apa-apa meskipun seberat biji sawi. Atau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ar-Ra’d Ayat 14Allah mahakuasa dalam menciptakan dan mengatur alam semesta. Keluasan ilmu Allah juga tak terbatas. Karena itu, hanya kepada-Nyalah seharusnya manusia memanjatkan doa. Hanya kepada Allah doa yang benar untuk dimohonkan. Berhala-berhala yang mereka kaum kafir sembah dan agungkan selain Allah tidak akan dapat mengabulkan permintaan apa pun bagi mereka. Keadaan mereka yang memohon kepada berhala tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air di dalam sumur agar air itu dapat diciduknya untuk dia arahkan sampai ke mulutnya. Padahal telapak tangannya yang terbuka itu tidak sampai ke kedalaman air sumur itu, sehingga air tersebut tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah doa yang sia-sia belaka. Hanya kepada Allah-lah manusia pantas memanjatkan doa. Karena itu, hanya kepada dia pula seharusnya makhluk bersujud dan merendahkan diri. Dan semua makhluk sujud kepada Allah, baik makhluk yang ada di langit maupun makhluk yang ada di bumi, baik dengan sadar dan kemauan sendiri, maupun dengan cara terpaksa; dan bersujud pula bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah beberapa penjabaran dari kalangan mufassirin terhadap isi dan arti surat Ar-Ra’d ayat 14 arab-latin dan artinya, moga-moga membawa faidah untuk kita semua. Dukung syi'ar kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan Halaman Terbanyak Dilihat Ada ratusan topik yang terbanyak dilihat, seperti surat/ayat Al-Mujadalah 11, Ali Imran, Al-Baqarah 286, Yunus 40-41, Al-Hujurat 12, Al-Ma’idah 2. Termasuk Asy-Syams, Al-Baqarah 83, Az-Zalzalah, Al-Isra 23, At-Takatsur, An-Nur 2. Al-Mujadalah 11Ali ImranAl-Baqarah 286Yunus 40-41Al-Hujurat 12Al-Ma’idah 2Asy-SyamsAl-Baqarah 83Az-ZalzalahAl-Isra 23At-TakatsurAn-Nur 2 Pencarian al baqarah 183 latin, al ankabut 2, amanah rasul latin, quran surat al waqiah, surat 10 ayat 24 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ ۩ Arab-Latin Wa lillāhi yasjudu man fis-samāwāti wal-arḍi ṭau'aw wa kar-haw wa ẓilāluhum bil-guduwwi wal-āṣālArtinya Hanya kepada Allah-lah sujud patuh segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa dan sujud pula bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. Ar-Ra'd 14 ✵ Ar-Ra'd 16 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangHikmah Menarik Berkaitan Dengan Surat Ar-Ra’d Ayat 15 Paragraf di atas merupakan Surat Ar-Ra’d Ayat 15 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa hikmah menarik dari ayat ini. Ada beberapa penjelasan dari beragam ahli tafsir berkaitan makna surat Ar-Ra’d ayat 15, sebagiannya sebagaimana tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan kepada Allah semata bersujudnya dalam keadaan tunduk dan patuh setiap yang ada di langit dan dibumi. Maka orang-orang mukmin itu tunduk kepadaNya dengan suka rela, sedang orang-orang kafir tunduk dengan dipaksa, sebab mereka menyombongkan diri, enggan untuk beribadah kepadaNya. Adapaun keadaan dan fitrah mereka justru mendustakan mereka terkait hal tersebut. Begitu juga bayang-bayang makhluk-makhluk tunduk kepada keagunganNya, bergerak dengan iradahNya di permulaan siang dan penutup hari.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram15. Hanya kepada Allah semata seluruh apa yang ada di langit dan di bumi tunduk dengan bersujud, orang Mukmin dan orang kafir dalam hal ini adalah sama, hanya saja orang Mukmin tunduk dan sujud kepada Allah dengan suka rela, sementara orang kafir tunduk karena terpaksa. Fitrah orang mukmin membisikinya untuk tunduk kepada-Nya secara suka rela. Hanya kepada-Nya semua bayangan makhluk tunduk di pagi dan petang hari.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah15. Dan hanya kepada Allah penduduk langit dan bumi tunduk dan patuh; orang-orang yang beriman tunduk dengan suka rela, sedangkan orang-orang kafir tunduk dengan terpaksa pada saat mereka tertimpa musibah; demikian pula orang-orang zalim. Dan segala makhluk dan bayangannya bersujud kepada Allah dengan memanjang di tanah pada waktu pagi dan sore dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah15. وَ ِللهِ يَسْجُدُ مَن فِى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ Hanya kepada Allah-lah sujud patuh segala apa yang di langit dan di bumi Yang dimaksud dengan sujud disini adalah ketaatan kepada perintah dan aturan-Nya dalam diri makhluk-makhluk tersebut seperti kesehatan dan penyakit, hidup dan mati, dan kaya dan miskin. طَوْعًا وَكَرْهًاbaik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa Orang-orang kafir patuh kepada aturan Allah dengan terpaksa, sedangkan orang-orang beriman patuh dengan penuh kerelaan sehingga mereka menyembah Allah sebagaimana yang Dia perintahkan. وَظِلٰلُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِdan sujud pula bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari Yakni bayangan manusia yang selalu mengikutinya, ikut bersujud dengan perintah Allah. Allah menyebutkan waktu pagi dan petang karena di waktu tersebut bayangan tampak lebih jelas.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah15. Dan hanya kepada Allahlah seluruh yang ada di langit dan bumi itu tunduk karena taat, yaitu orang-orang yang beriman pada waktu senang dan susah, atau karena terpaksa, yaitu orang-orang kufur pada saat menderita dan susah. Sel-sel mereka juga tunduk mengikuti tunduknya pemiliknya di permulaan siang dan waktu setelah ashar sampai maghrib. Dua waktu ini lebih baik dipenuhi dengan dzikir karena bertambahnya bayang-bayang yang tampak pada saat itu.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Hanya kepada Allahlah siapa saja yang ada di langit dan di bumi bersujud, karena sukarela maupun terpaksa, begitu juga bayang-bayang mereka} bayang-bayang orang yang memiliki bayangan di antara mereka {pada waktu pagi dan petang} di awal dan akhir siangMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H15. Segala sesuatu yang berada di dalam langit dan bumi tunduk patuh kepada Rabbnya, sujud kepadaNya “baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa,” maka sikap sukarela adalah bagi orang yang melakukan sujud dan tunduk patuh atas keinginan sendiri sebagaimana tunduknya kaum Mukminin. Sementara keterpaksaan adalah bagi oranag yang menyombongkan diri dari beribadah kepada Rabbnya. Padahal kondisi dan fitrahnya mendustakannya dalam hal tersebut. “Dan bayang-bayangnya di waktu pagi dan waktu petang sujud pula,” dan bayang-bayang para makhluk di permulaan hari dan penghujungnya bersujud pula. Cara bersujud masing-masing makhluk sesuai dengan kondisinya sebagaimana yang difirmankan Allah, "Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." Al-Isra44. Apabila setiap makhluk telah bersujud kepada Rabbnya, baik dengan sukarela atau terpaksa, maka Dia-lah sesembahan yang benar, Dzat yang disembah lagi terpuji dengan sebenarnya. Maka, label ketuhanan baagi selainnya adalah batil. Olleh karenanya, Dia menyebutkan kebatilan ketuhanan bagi selainNya, dan mengetengahkan sejumlah buktinya dengan berfirman,📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ bil ghuduwwi wal aashaal pada al-bukr jamak dari bukrah pagi hari dan al-asyaayaa jamak dari asyiyyah malam hari. Makna ayat Firman-nya وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ yaitu para malaikat وَٱلۡأَرۡضِ dari kalangan orang yang beriman sujud kepada-Nya dengan senang hati dan munafik sujud secara terpaksa, وَظِلَٰلُهُم bayangan mereka juga ikut bersujud بِٱلۡغُدُوِّ di awal siang وَٱلۡأٓصَالِ di akhir siang, dan makna dari ayat yang mulia ini Jika orang-orang kafir enggan sujud, tidak mau taat beribadah hanya kepada Allah ta’ala, maka sesungguhnya senantiasa sujud kepada Allah, siapapun yang ada di langit, berupa malaikat, dan di bumi, berupa jin dan manusia yang beriman, mereka sujud dengan senang hati, orang kafir mereka akan bersujud jika dipaksa, orang munafik mereka sujud dengan berat hati dan terpaksa, dan bayangan mereka sujud kepada-Nya di pagi hari dan petang sebagaimana mereka tunduk kepada ketentuan Allah dan hukum-Nya sehingga mereka tidak bias keluar darinya bagaimananpun juga. Dia lah yang telah menciptakan mereka, membentuk mereka sesuai kehendak-Nya, memberikan mereka rizki, dan mematikan mereka kapanpun ia kehendaki, maka sujud, ketundukkan, serta ruku’ apa yang pantas untuk ini semua? Pelajaran dari ayat • Makhluk seluruhnya sujud kepada Allah baik ia dengan senang hati atau dengan terpaksa, karena seluruhnya tunduk dan patuh di bawah hukum Allah dan pengaturan-Nya. • Disyariatkan sujud bagi qari’ dan pendengar ketika dibacakan ayat وَظِلَٰلُهُم بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ۩, disunnahkan juga dalam keadaan suci, menghadap kiblat, dan bertakbir ketika turun sujud dan naik darinya, dan tidak perlu salam.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Ar-Ra’d ayat 15 Seperti halnya orang-orang mukmin. Seperti halnya orang-orang munafik. Segala sesuatu sujud sesuai keadaannya masing-masing. Jika semua semakhluk bersujud kepada-Nya baik dengan senang atau terpaksa, maka dapat diketahui bahwa Allah Dialah Tuhan yang sebenarnya, yang berhak disembah dan dipuji dengan sebenarnya, dan bahwa penuhanan selain-Nya adalah batil. Oleh karena itu, pada ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan kebatilannya dan menyebutkan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ar-Ra’d Ayat 15Hanya kepada Allah-lah manusia pantas memanjatkan doa. Karena itu, hanya kepada dia pula seharusnya makhluk bersujud dan merendahkan diri. Dan semua makhluk sujud kepada Allah, baik makhluk yang ada di langit maupun makhluk yang ada di bumi, baik dengan sadar dan kemauan sendiri, maupun dengan cara terpaksa; dan bersujud pula bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari. Ayat-ayat yang lalu telah membuktikan betapa Allah mahakuasa, maha mengetahui, dan mahaperkasa. Melalui ayat berikut Allah lalu meminta nabi Muhammad mengajukan pertanyaan kepada orangorang kafir. Katakanlah, siapakah tuhan pemilik langit dan bumi' katakanlah, wahai nabi Muhammad, Allah. Katakanlah lagi kepada mereka, pantaskah kamu, wahai penduduk mekah, mengambil berhala sebagai pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri' katakanlah, wahai nabi, samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat' atau samakah keadaan yang gelap gulita dengan keadaan yang terang benderang' apakah mereka, yakni orang yang menyekutukan Allah, menjadikan pula sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya, sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka' katakanlah, Allah adalah pencipta segala sesuatu, tidak akan pernah ada yang wujud kecuali dia ciptakan, dan dia tuhan yang maha esa, dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian pelbagai penafsiran dari para mufassir terhadap isi dan arti surat Ar-Ra’d ayat 15 arab-latin dan artinya, semoga menambah kebaikan bagi kita. Support usaha kami dengan memberikan backlink ke halaman ini atau ke halaman depan Yang Paling Sering Dicari Telaah berbagai topik yang paling sering dicari, seperti surat/ayat Al-Ma’idah 2, At-Takatsur, Al-Isra 23, Yunus 40-41, Ali Imran, Al-Baqarah 83. Ada pula An-Nur 2, Asy-Syams, Al-Baqarah 286, Al-Mujadalah 11, Al-Hujurat 12, Az-Zalzalah. Al-Ma’idah 2At-TakatsurAl-Isra 23Yunus 40-41Ali ImranAl-Baqarah 83An-Nur 2Asy-SyamsAl-Baqarah 286Al-Mujadalah 11Al-Hujurat 12Az-Zalzalah Pencarian al waqiah tafsirweb, quran surat al maidah ayat 48, ayat al mulk, surat tabbat, اللهم رب الناس أذهب البأس اشف أنت الشافي لا شافي إلا أنت شفاء لا يغادر سقما Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
surat ar ra d ayat 31 latin